Mengapa Robusta Lebih Tahan Terhadap Hama dan Penyakit

Spesies Robusta

Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan keturunan beberapa spesies kopi yang tumbuh baik di ketinggian 400-700 mdpl, temperatur 21-24 °C dengan bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut dan 3-4 kali hujan kiriman. Kualitas buah lebih rendah dari kopi arabika dan liberika. Kopi robusta mewakili antara 40% dan 45% dari produksi kopi global, sebagian besar sisanya adalah Coffea arabica. Terdapat beberapa perbedaan komposisi biji kopi dari C. arabica dan C. robusta. Biji dari C. robusta cenderung memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah, lebih pahit, dan rasa yang lebih berkayu dan sedikit rasa buah dibandingkan dengan biji C. arabica.

Karakter Tanaman Robusta

Tanaman ini memiliki sistem akar yang dangkal dan tumbuh menjadi pohon atau perdu hingga mencapai 10 meter. Masa berbunganya tidak teratur dan membutuhkan sekitar 10-11 bulan bagi buahnya untuk masak, hingga menghasilkan biji kopi yang diinginkan. Kopi robusta menghasilkan lebih banyak panen daripada jenis arabika, dan mengandung lebih banyak kafein, yakni 2,7% dibandingkan dengan arabika yang mengandung 1,5% saja. Selain itu, robusta juga lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga membutuhkan lebih sedikit herbisida dan pestisida daripada perkebunan arabika. Meskipun demikian, sejumlah patogen seperti Hypothenemus hampei, Coccus viridis, Ferrisia virgata, Cercospora, Psychidae, dan Pratylenchus coffeae dapat mengganggu produksi kopi robusta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *