Mengapa Roti Tawar disebut sebagai roti putih?
Roti tawar disebut sebagai roti putih karena warna dagingnya berwarna putih atau pucat yang disebabkan oleh penggunaan tepung terigu putih (tepung terigu yang telah melalui proses pemutihan dan penghilangan lapisan kulit gandum serta lembaganya).
Dalam proses pembuatan tepung terigu putih, biji gandum digiling dan disaring sehingga hanya menyisakan bagian endosperma, yaitu bagian tengah biji gandum yang berwarna putih dan mengandung banyak pati (karbohidrat). Sementara itu, dua bagian lain dari biji gandum, yaitu kulit ari (bran) dan lembaga gandum (germ)Â dihilangkan. Kedua bagian tersebut sebenarnya mengandung serat, vitamin, dan mineral, namun juga memberi warna cokelat pada tepung. Karena dihilangkan, tepung yang dihasilkan menjadi lebih halus, lembut, dan berwarna putih terang.
Selain itu, dalam industri pangan modern, tepung terigu kadang melalui proses pemutihan (bleaching) untuk membuat warnanya semakin putih dan menarik secara visual. Proses ini juga membuat roti yang dihasilkan tampak lebih bersih dan cerah.

Bagaimana ciri khas roti tawar?
Ciri khas roti tawar atau roti putih tidak hanya pada warnanya, tetapi juga pada teksturnya yang lembut dan rasanya yang ringan, karena kadar seratnya lebih rendah dibandingkan roti gandum utuh. Itulah sebabnya roti tawar sering dijadikan pilihan untuk sarapan, sandwich, atau camilan yang mudah dikombinasikan dengan berbagai topping seperti selai, mentega, atau keju.
Namun, dari sisi gizi, roti putih biasanya memiliki kandungan serat dan nutrisi yang lebih sedikit dibandingkan roti gandum utuh. Hal ini karena sebagian zat gizi hilang selama proses pemurnian tepung. Oleh karena itu, banyak produsen menambahkan vitamin dan mineral sintetis agar nilai gizinya tetap seimbang.
Jadi, secara singkat, roti tawar disebut roti putih karena dibuat dari tepung terigu putih yang telah melalui proses pemurnian sehingga menghasilkan warna dan tekstur yang lembut, cerah, serta rasa yang ringan.

